Reaksi Kimia Organik
Kimia organik adalah studi
tentang karakteristik, mekanisme, reaksi dan struktur bahan organik, yaitu
senyawa yang mengandung atom karbon dalam berbagai bentuk. Senyawa organik
membentuk struktur dasar dari kehidupan di Bumi dan memiliki struktur yang
bervariasi. Dalam kimia organik, banyak reaksi yang dapat terjadi yang
melibatkan ikatan kovalen di antara atom karbon dan heteroatom
lainnya seperti oksigen,
nitrogen,
atau atom-atom halogen
lainnya. Beberapa reaksi akan dijelaskan di bawah ini :
1. Reaksi Reduksi
Reaksi reduksi adalah reaksi
antara suatu senyawa dengan hidrogen. Pada reaksi reduksi, hidrogen yang
dipakai tidak hanya hidrogen bebas, tetapi juga hidrogen dari sumber lain.
Reaksi reduksi yang juga dikenal sebagai reaksi hidrogenasi banyak terjadi di
dalam sistem biologi, namun reaksi di dalam sistem ini adalah reaksi reduksi
sistem enzim.
Reaksi reduksi adalah reaksi
penangkapan elektron
Contoh
: Cu2+
+ 2ē → Cu (Cu+2 menerima 2ē)
Ag+ + ē → Ag (Ag+ menerima 1ē)
Pada reaksi reduksi, suatu reaksi mengalami :
penurunan bilangan oksidasi.
reaksi menerima oksigen
bertambahnya hidrogen
2. Reaksi Oksidasi
Reaksi oksidasi adalah reaksi antara suatu senyawa
dengan oksigen. Pada reaksi oksidasi, oksigen yang dipakai tidak hanya gas
oksigen bebas, tetapi juga oksigen dari sumber lain, misalnya dari pekat, dalam
suasana asam dan suasana alkalis, dan lain-lain. Reaksi oksidasi banyak terjadi
di dalam sistem biologi, namun reaksi di dalam sistem ini adalah reaksi sistem
enzim.
Reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron
Contoh :
Na →
Na+ + ē (Na melepas 1 elektron)
Ca → Ca+2 + 2e (Ca melepas 2
elektron)
Pada reaksi oksidasi, suatu reaksi mengalami :
pertambahan bilangan oksidasi.
reaksi pelepasan oksigen.
kehilangan hidrogen
Perbedaan
Reaksi Reduksi-Oksidasi dalam Kimia Organik
- Reaksi reduksi adalah reaksi antara suatu senyawa dengan hidrogen.
- Reaksi oksidasi adalah reaksi antara suatu senyawa dengan oksigen.
3. Reaksi halogenasi
Reaksi
halogenasi adaalah reaksi yang terjadi pengikatan satu atau lebih atom halogen
(F, Cl. Br, I) pada senyawa organik. Pad reaksi halogenasi ini sebagai contoh
ialah reaksi brominasi.
Reaksi
brominasi digunakan untuk membedakan golongan alkena dan alkana. Gas etena jika
dilewatkan ke dalam air brom (berwarna cokelat kemerahan), maka akan bereaksi
membentuk larutan 1,2-dibromoetana yang tidak berwarna. Alkana tidak
mempengaruhi warna air brom ketika senyawa itu dilewatkan ke dalamnya. contoh,
propena direaksikan dengan brom, membentuk 1,2-dibromo propana.
CH2=CH-CH3 + Br2 →
CH2Br-CHBr-CH3
4. Reaksi Ozonolisis
Reaksi alkena dengan ozon akan menghasilkan aldehida
atau keton.
Oksidasi
oleh ozon atau yang dikenal dengan ozonolisis merupakan salah satu jenis reaksi
yang dapat terjadi pada alkuna. Untuk reaksi
ozonolisis, pasti akan terjadi pemutusan rantai.
Contoh reaksi :
H2C= CH2 + O3 → 2HC=OH
Dari uraian di atas pada reaksi reduksi-oksidasi tidak dijelaskan contoh berdasarkan kehilangan dan bertambahnya hidrogen, tolong berikan contoh nya!
Reaksi oksidasi ( Pelepasan atau pengurangan hidrogen)
BalasHapuscontoh: CO2(COOH)2 -----> 2H + 2CO2
Reaksi reduksi Penangkapan atau penambahan hidrogen
contoh:CuO + H2 -----> Cu + H2O
terimakasih ayu blognya sangat bermanfaat
BalasHapussaya akan mencoba menjelaskan apa yang belum anda jelaskan diatas
Oksidasi berarti kehilangan hidrogen, reduksi berarti mendapat hidrogen.
Perhatikan bahwa yang terjadi adalah kebalikan dari definisi pada transfer oksigen.
Sebagai contoh, etanol dapat dioksidasi menjadi etanal:
CH3CH2OH ---> CH3CHO
Untuk memindahkan atau mengeluarkan hidrogen dari etanol diperlukan zat pengoksidasi (oksidator). Oksidator yang umum digunakan adalah larutan kalium dikromat(IV) yang diasamkan dengan asam sulfat encer.
Etanal juga dapat direduksi menjadi etanol kembali dengan menambahkan hidrogen. Reduktor yang bisa digunakan untuk reaksi reduksi ini adalah natrium tetrahidroborat, NaBH4. Secara sederhana, reaksi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
CH3CHO ---> CH3CH2OH
Namun definisi oksidasi dan reduksi dalam hal transfer hidrogen ini sudah lama dan kini tidak banyak digunakan.
demikianlah penjelasn singakat saya, terimakasih
Hai saya rini anjani akan mencoba membantu permasalahan,Pembentukan Hidrogen Fluorida
BalasHapusReaksi: H2 + F2 -> 2HF
Zat teroksidasi: Hidrogen
Zat tereduksi: Fluor
Oksidasi Reaksi: H2 → 2H + + 2e –
Reduksi Reaksi: F 2 + 2e – → 2F –
Dalam reaksi pertama, hidrogen mengoksidasi dengan meningkatkan jumlah oksidasi 0-1 sedangkan pada reaksi kedua, fluor berkurang dengan mengurangi bilangan oksidasi dari 0 sampai -1. Akhirnya, muatan total pada molekul yang terbentuk adalah nol sebagai jumlah elektron yang diperoleh selama oksidasi dikonsumsi selama proses reduksi.
Sebagai contoh, etanol dapat dioksidasi ke etanal:
BalasHapusH3CH2OH =========> CH3CHO
oksidasi hidrogen
Perlu menggunakan agen pengoksidasi untuk menghapus hidrogen dari etanol. Oksidator yang umum digunakan adalah kalium dikromat (VI) yang diasamkan dengan asam sulfat encer.
Etanal juga dapat kembali di reduksi ke etanol dengan menambahkan hidrogen. agen pereduksi yang biasa digunakan adalah natrium tetrahidridborat, NaBH4.