Minggu, 31 Januari 2016

REAKSI KIMIA ORGANIK



Reaksi Kimia Organik

Kimia organik adalah studi tentang karakteristik, mekanisme, reaksi dan struktur bahan organik, yaitu senyawa yang mengandung atom karbon dalam berbagai bentuk. Senyawa organik membentuk struktur dasar dari kehidupan di Bumi dan memiliki struktur yang bervariasi. Dalam kimia organik, banyak reaksi yang dapat terjadi yang melibatkan ikatan kovalen di antara atom karbon dan heteroatom lainnya seperti oksigen, nitrogen, atau atom-atom halogen lainnya. Beberapa reaksi akan dijelaskan di bawah ini :

1. Reaksi Reduksi

Reaksi reduksi adalah reaksi antara suatu senyawa dengan hidrogen. Pada reaksi reduksi, hidrogen yang dipakai tidak hanya hidrogen bebas, tetapi juga hidrogen dari sumber lain. Reaksi reduksi yang juga dikenal sebagai reaksi hidrogenasi banyak terjadi di dalam sistem biologi, namun reaksi di dalam sistem ini adalah reaksi reduksi sistem enzim.
Reaksi reduksi adalah reaksi penangkapan elektron
Contoh :             Cu2+ + 2ē Cu (Cu+2 menerima 2ē)
Ag+ + ē Ag (Ag+ menerima 1ē)

Pada reaksi reduksi, suatu reaksi mengalami :
penurunan bilangan oksidasi.
reaksi  menerima oksigen
bertambahnya hidrogen

2. Reaksi Oksidasi

Reaksi oksidasi adalah reaksi antara suatu senyawa dengan oksigen. Pada reaksi oksidasi, oksigen yang dipakai tidak hanya gas oksigen bebas, tetapi juga oksigen dari sumber lain, misalnya dari pekat, dalam suasana asam dan suasana alkalis, dan lain-lain. Reaksi oksidasi banyak terjadi di dalam sistem biologi, namun reaksi di dalam sistem ini adalah reaksi sistem enzim.
Reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron
Contoh :             Na  Na+ + ē (Na melepas 1 elektron)
Ca Ca+2 + 2e (Ca melepas 2 elektron)

Pada reaksi oksidasi, suatu reaksi mengalami :
pertambahan bilangan oksidasi.
reaksi pelepasan oksigen.
kehilangan hidrogen
Perbedaan Reaksi Reduksi-Oksidasi dalam Kimia Organik
  • Reaksi reduksi adalah reaksi antara suatu senyawa dengan hidrogen.
  • Reaksi oksidasi adalah reaksi antara suatu senyawa dengan oksigen.

3.  Reaksi halogenasi

Reaksi halogenasi adaalah reaksi yang terjadi pengikatan satu atau lebih atom halogen (F, Cl. Br, I) pada senyawa organik. Pad reaksi halogenasi ini sebagai contoh ialah reaksi brominasi. 
Reaksi brominasi digunakan untuk membedakan golongan alkena dan alkana. Gas etena jika dilewatkan ke dalam air brom (berwarna cokelat kemerahan), maka akan bereaksi membentuk larutan 1,2-dibromoetana yang tidak berwarna. Alkana tidak mempengaruhi warna air brom ketika senyawa itu dilewatkan ke dalamnya. contoh, propena direaksikan dengan brom, membentuk 1,2-dibromo propana.
CH2=CH-CH3 + Br2 → CH2Br-CHBr-CH3


4. Reaksi Ozonolisis

Reaksi alkena dengan ozon akan menghasilkan aldehida atau keton.
            Oksidasi oleh ozon atau yang dikenal dengan ozonolisis merupakan salah satu jenis reaksi yang dapat terjadi pada alkuna. Untuk reaksi ozonolisis, pasti akan terjadi pemutusan rantai.
Contoh reaksi :


H2C= CH2 + O3 → 2HC=OH





Dari uraian di atas pada reaksi reduksi-oksidasi tidak dijelaskan contoh berdasarkan kehilangan dan bertambahnya hidrogen, tolong berikan contoh nya!


4 komentar:

  1. Reaksi oksidasi ( Pelepasan atau pengurangan hidrogen)

    contoh: CO2(COOH)2 -----> 2H + 2CO2

    Reaksi reduksi Penangkapan atau penambahan hidrogen
    contoh:CuO + H2 -----> Cu + H2O

    BalasHapus
  2. terimakasih ayu blognya sangat bermanfaat
    saya akan mencoba menjelaskan apa yang belum anda jelaskan diatas
    Oksidasi berarti kehilangan hidrogen, reduksi berarti mendapat hidrogen.
    Perhatikan bahwa yang terjadi adalah kebalikan dari definisi pada transfer oksigen.
    Sebagai contoh, etanol dapat dioksidasi menjadi etanal:
    CH3CH2OH ---> CH3CHO

    Untuk memindahkan atau mengeluarkan hidrogen dari etanol diperlukan zat pengoksidasi (oksidator). Oksidator yang umum digunakan adalah larutan kalium dikromat(IV) yang diasamkan dengan asam sulfat encer.

    Etanal juga dapat direduksi menjadi etanol kembali dengan menambahkan hidrogen. Reduktor yang bisa digunakan untuk reaksi reduksi ini adalah natrium tetrahidroborat, NaBH4. Secara sederhana, reaksi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
    CH3CHO ---> CH3CH2OH
    Namun definisi oksidasi dan reduksi dalam hal transfer hidrogen ini sudah lama dan kini tidak banyak digunakan.
    demikianlah penjelasn singakat saya, terimakasih

    BalasHapus
  3. Hai saya rini anjani akan mencoba membantu permasalahan,Pembentukan Hidrogen Fluorida
    Reaksi: H2 + F2 -> 2HF
    Zat teroksidasi: Hidrogen
    Zat tereduksi: Fluor
    Oksidasi Reaksi: H2 → 2H + + 2e –
    Reduksi Reaksi: F 2 + 2e – → 2F –
    Dalam reaksi pertama, hidrogen mengoksidasi dengan meningkatkan jumlah oksidasi 0-1 sedangkan pada reaksi kedua, fluor berkurang dengan mengurangi bilangan oksidasi dari 0 sampai -1. Akhirnya, muatan total pada molekul yang terbentuk adalah nol sebagai jumlah elektron yang diperoleh selama oksidasi dikonsumsi selama proses reduksi.

    BalasHapus
  4. Sebagai contoh, etanol dapat dioksidasi ke etanal:
    H3CH2OH =========> CH3CHO
    oksidasi hidrogen

    Perlu menggunakan agen pengoksidasi untuk menghapus hidrogen dari etanol. Oksidator yang umum digunakan adalah kalium dikromat (VI) yang diasamkan dengan asam sulfat encer.

    Etanal juga dapat kembali di reduksi ke etanol dengan menambahkan hidrogen. agen pereduksi yang biasa digunakan adalah natrium tetrahidridborat, NaBH4.

    BalasHapus