Senyawa
organologam adalah senyawa di mana atom-atom karbon dari gugus organik terikat
kepada atom logam. Contoh, suatu aloksida seperti (C3H7O)4Ti tidaklah dianggap
sebagai suatu senyawa organologam karena gugus organiknya terikat pada Ti
melalui oksigen, sedangkan C6H5Ti(OC3H7)3 karena terdapat satu ikatan langsung
antara karbon C dari gugus fenil dengan logam Ti.HH Istilah organologam
biasanya didefenisikan agak longgar, dan senyawaan dari unsur-unsur seperti
Boron, fosfor, dan silikon semuanya mirip logam. Tetapi untuk senyawa yang
mengandung ikatan antara atom logam dengan oksigen, belerang, nitrogen, ataupun
dengan suatu halogen tidak termasuk sebagai senyawa organologam. Dari bentuk
ikatan pada senyawa organologam, senyawa ini dapat dikatakan sebagai jembatan
antara kimia organik dan anorganik.
Pada dasarnya Organologam prinsipnya yaitu atom-atom
Karbon dari gugus organik terikat kepada atom logam. Konsep ini yang mendasari
Organologam, sehingga banyak cara untuk menghasilkan ikatan-ikatan logam pada
Carbon yang berguna bagi kedua logam transisi dan non-transisi.
Beberapa yang lebih penting
adalah sebagai berikut:
1.
Reaksi Logam langsung ; sintesis yang paling
awal oleh ahli kimia Inggris, Frankland
dalam tahun 1845 adalah interaksi antara Zn dan suatu alkil Halida.
Adapun yang lebih berguna adalah penemuan ahli kimia Perancis, Grignard yang
dikenal sebagai pereaksi Grignard. Contohnya interaksi Magnesium dan alkil atau
aril Halida dalam eter:
Mg +
CH3I → CH3MgI
Interaksi
langsung alkil atau aril Halida juga terjadi dengan Li, Na, K, Ca, Zn dan Cd.
2.
Penggunaan zat pengalkilasi. Senyawa ini
dimanfaatkan untuk membuat senyawa organologam lainnya. Kebanyakan Halida
nonlogam dan logam atau turunan Halida dapat dialkilasi dalam eter atau pelarut
hidrokarbon, misalnya :
PCl3
+ 3C6H5MgCl → P(C6H5)3
+ 3MgCl2
VOCl3
+ 3(CH3)3SiCH2MgCl → VO(CH2SiMe3)3 + 3MgCl2
3.
Interaksi Hidrida Logam atau nonlogam dengan alkena atau alkuna.
4.
Reaksi Oksidatif adisi. Reaksi yang dikenal sebagai reaksi Oksa dimana Alkil
atau Aril Halida ditambahkan pada senyawa logam transisi Koordinasi tidak jenuh
menghasilkan ikatan logam Karbon. Contohnya:
RhCl(PPh3)3
+ CH3I →
RhClI(CH3)(PPh3)2 + PPh3
5.
Reaksi Insersi yaitu reaksi yang menghasilkan ikatan-ikatan dengan Karbon,
sebagai contoh:
SbCl5 + 2HC CH→Cl3Sb(CH=CHCl)2
Grignard reagent
Reaksi Grignard adalah
reaksi kimia organologam di mana alkil - atau Aril-magnesium halides (reagen Grignard)
menambah gugus karbonil Aldehida atau keton. Reaksi ini adalah alat penting
untuk pembentukan ikatan antar karbon. Reaksi Halida organik dengan magnesium
bukan reaksi Grignard, tetapi menyediakan peraksi Grignard. Pereaksi Grignard
memiliki rumus umum RMgX dimana X adalah sebuah halogen, dan R adalah sebuah
gugus alkil atau aril (berdasarkan pada sebuah cincin benzen). Pereaksi
Grignard sederhana bisa berupa CH3CH2MgBr.
Sebuah contoh dari reaksi grignard
Sebuah contoh dari reaksi grignard
Reaksi dan pereaksi Grignard
ditemukan oleh dan diberi nama sesuai dengan penemunya yaitu kimiawan
Perancis François Auguste Victor Grignard (Universitas Nancy, Perancis), yang
dianugerahi Nobel Kimia tahun 1912 ini bekerja Grignard reagen mirip dengan
menghasilkan reagen karena keduanya nukleofil kuat yang dapat membentuk ikatan
antar karbon yang baru.
Reagen Grignard berfungsi
sebagai nukleofil, menyerang atom karbon elektrofilik yang hadir dalam ikatan
polar gugus karbonil. Penambahan pereaksi Grignard untuk karbonil biasanya
hasil melalui keadaan transisi enam-beranggota cincin.
Mekanisme dari reaksi Grignard:
Namun, dengan pereaksi
Grignard terhalang, reaksi dapat melanjutkan dengan transfer elektron tunggal.
Jalur serupa diasumsikan untuk reaksi lain dari reagen Grignard, misalnya,
dalam pembentukan ikatan antara karbon-fosfor, timah-karbon, karbon-silikon,
boron-karbon dan karbon-heteroatom.
Tolong berikan penjelasan tentang reaksi- reaksi yang
dialami oleh senyawa organologam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar